Gallery

MV AL RAWDAH KANDAS DI PERAIRAN PULAU SAMBU

Evakuasi MV Al Rawdah Kerahkan Tim dari Singapura

Pemilik kapal kargo MV Al Rawdah yang kandas di atas karang Malang Gading di laut Sambu, Batam, mengerahkan tim evakuasi dari Singapura. Tim ini juga bertugas menyelidiki kondisi kapal berbendera Majuro, Kepulauan Marshal itu.

Tim yang ditunjuk pemilik kapal adalah pekerja perusahaan pelayaran PT Smith yang bermarkas di Singapura. Mereka saat ini sedang melakukan penyelaman dan penelitian di lokasi kandasnya kapal. Namun, aparat keamanan dari Satpolalir Polresta Barelang tetap mengawasi dan mengamankan kegiatan tim peneliti tersebut.

Kasat Polair Polresta Barelang Kompol Teguh Wibowo mengungkapkan, pihaknya hanya bisa mengawasi kegiatan tim dari Singapura yang sedang meneliti kondisi kapal yang kandas di atas karang Malang Gading laut Sambu, Batam pada Minggu (19/6) sekitar pukul 20.45 WIB itu.

“Benar, pemilik kapal telah menunjuk perusahaan dari Singapura (PT Smith) untuk meneliti bagian kapal yang kandas,” ujar Teguh Wibowo, kemarin.

Menurut alumni Akpol tahun 1998 ini, penelitian yang dilakukan pihak Singapura untuk untuk menentukan langkah evakuasi kapal dan muatannya.

Selain meneliti langkah evakuasi, PT Smith nama perusahaan milik Singapura itu juga tengah meneliti ada tidaknya kebocoran atau kerusakan yang berdampak lain pada bagian kapal yang kandas di atas karang tersebut.

“Nanti akan ditentukan cara untuk mengevakuasi kapal setelah tim selain menelitinya,” tukas mantan Wakasat Reskrim Poltabes Barelang ini.

Polisi Hanya Urus Mayat

Di tengah sibuknya pihak Singapura untuk meneliti keberadaan kapal yang mengangkut sekitar 6.900 kontainer itu, aparat keamanan di Batam hanya terfokus mengurus pemulangan jenazah

Irfan Ahmed,60, komandan kamar mesin atau KKM yang tewas akibat peristiwa itu. ABK kapal berkebangsaan Pakistan itu diduga tewas akibat serangan jantung setelah kapal berbobot 75.579 GT itu menabrak batu karang.

“Kami masih fokus urus pemulangan jenazah ABK yang tewas sampai ke kampung halamannya,” ujar Teguh Wibowo.
Tapi ia tidak bisa menentukan kapan mayat Irfan Ahmed di pulangkan ke Pakistan.

Diwartakan Batam Pos sebelumnya, kapal yang dinakhodai Kapten Nisar Ahmed ini kandas bersama 6.900 kontainer dalam pelayaran dari pelabuhan Port Klang Malaysia tujuan China.

Kapal berawak 27 anak buah kapal (ABK) itu kandas pada kordinat 01 derajat – 11.089 derajat Lintang Utara dan 103 derajat – 53.219 Bujur Timur dalam kondisi miring. Namun demikian, tak satupun kontainer yang jatuh ke laut. (rw-tea)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s