Gallery

Kasus Limbah Tembesi Mengendap di Bapedalda

Senin, 27 June 2011 00:00

BATAM CENTRE- Kasus penimbunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Tembesi diduga diendapkan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam. Pasalnya hingga saat ini proses pemeriksaan hingga penetapan tersangka belum jelas. Padahal, surat izin pemeriksaan terhadap oknum anggota dewan Jeffry Simanjuntak sudah dikeluarkan  Gubernur Kepri, HM Sani.

“Bayangkan, sudah berapa bulan laporan dugaan penimbunan limbah dilaporkan, namun penuntasan kasus itu belum jelas. Bapedalda jangan mati suri dalam menangani kasus itu. Kami meminta pihak Bapedalda agar menuntaskan kasus yang sudah masuk sejak lama itu.
Kita justru mempertanyakan, lambannya penanganan kasus limbah Tembesi di Bapedalda.  Ada apa dibalik kasus ini. Dan sesuai dengan UU, apabila ada pelanggaran pidana, maka kami minta agar kasus ini segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk diproses secara hukum,”  tegas Ketua Mahasiswa Pemuda Indonesia (MPI) Kota Batam, Nurdin Aryanto, kemarin.

Dijelaskan Nurdin, lokasi penimbunan sudah disegel bahkan saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Namun sayangnya, entah kenapa, perlahan-lahan penyelidikan kasus ini seperti mengendap.

“Entah ini perintah, atau apa, yang jelas pasti ada udang dibalik batu. Masak, tak satupun yang disinyalir terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka. Inilah yang kita pertanyakan,” katanya.

Yusril menduga lambannya penanganan kasus tersebut lantaran oknum-oknum yang bertanggung jawab terhadap limbah itu telah mengucurkan dana yang cukup besar untuk menutupi kasus itu.

“Kita patut pertanyakan, kenapa pihak Bapedalda diam saja sampai saat ini. Padahal, awalnya mereka paling semangat untuk membongkarnya,” tandasnya.

Nurdin menegaskan, MPI selalu memantau proses penanganan kasus limbah, khususnya dugaan penimbunan limbah B3 di Kelurahan Tembesi hingga tuntas. Pihak-pihak sebagaimana yang disebutkan oleh Suryani, selaku pemilik lahan penimbunan limbah B3 itu, harus diproses.

“Apabila dari bukti-bukti maupun dari keterangan saksi dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan PPNS Bapedalda dan mengarah ke saudara Mhd Jeffry, maka kami minta agar saudara Mhd Jeffry secara jentlmen untuk mempertanggung jawabkan secara hukum. Dan kami juga mengimbau kepada Kepala Bapedalda, Dendi N Purnomo agar tidak menutup-nutupi dan melindungi orang yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan,”tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi N Purnomo ditemui di gedung dewan usai pertemuan, Jumat (24/6) lalu, enggan memberikan komentar lebih jauh, terkait proses penanganan kasus limbah Tembesi yang diduga melibatkan Mhd Jeffry Simanjuntak. Meskipun di desak, kapan pihak PPNS Bapedalda akan memanggil Jeffry, Dendi tetap tak mau berkomentar.

“Lihat saja nanti. Kita belum menjadwalkan untuk melakukan pemanggilan. Nanti kita akan kabarin lagi,” ujar Dendi, sambil berjalan menuju mobil. (Sumber Haluan Kepri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s