Gallery

Pelabuhan Boom Panjang Karimun Diresmikan

Senin, 27 June 2011 00:00

Bupati Karimun Nurdin Basirun meninjau ponton Pelabuhan Boom Panjang Karimun usai peresmian pelabuhan antarpulau tersebut, Minggu (26/6).  GANI/HALUAN KEPRIKARIMUN- Setelah sempat molor, akhirnya Pelabuhan Boom Panjang Kabupaten Karimun yang melayani rute antarpulau secara resmi mulai beroperasi, Minggu (27/6). Pelabuhan senilai Rp38 miliar tersebut diresmikan oleh Bupati Karimun H Nurdin Basirun. Tepung tawar menandai dibukanya secara resmi pelabuhan yang melayani pelayaran antarpulau dalam kabupaten Karimun tersebut.

Nurdin dalam sambutannya mengatakan Pelabuhan Antarpulau Boom Panjang ini merupakan salah satu persiapan dari Kabupaten Karimun untuk mengambil peluang potensi dari sektor maritim.

“Karimun juga ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai daerah industri perkapalan. Dan Alhamdulillah kita sudah lebih maju dan mempersiapkan diri untuk mengambil peluang potensi maritim yang ada,” katanya.

Bupati mengaku lega dengan peresmian pelabuhan ini. Pasalnya peresmian sempat molordari waktu yang telah direncanakan, karena masih perlu pembenahan pada Pelabuhan Boom Panjang tersebut.

Menurut Nurdin Pelabuhan Boom Panjang saat ini masih membutuhkan beberapa fasilitas tambahan, seperti pengeras suara untuk memanggil penumpang yang sedang berada di ruang tunggu, alat pendingin ruangan, serta lantai yang belum di keramik. Di sela-sela acara peresmian, Nurdin juga menyempatkan diri menakhodai salah satu kapal yang akan berangkat dari Pelabuhan Boom Panjang, yakni SB.Terrajoan 99 tujuan Selat Belia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, H Cendra Nawazir mengatakan, Pelabuhan Boom Panjang merupakan pelabuhan terbesar untuk ukuran tingat Kabupaten. “Pelabuhan ini (Boom Panjang) akan menghubungkan seluruh pulau-pulau yang ada di Kabupaten Karimun,” kata Cendra.

Cendra juga mengatakan pengelolaan pelabuhan itu sepenuhnya diserahkan pada Badan Usaha Pelabuhan. ”Kami juga sudah berkoordinasi dengan Adpel, seluruh agen kapal, asuransi termasuk juga porter pelabuhan, tukang ojek dan pihak-pihak terkait untuk membicarakan persiapan pengoperasian,” tuturnya.

Untuk tahap awal, pas pelabuhan ditetapkan Rp1.500 per penumpang meski dalam Perda ditetapkan Rp2.500. ”Kami belum memberlakukan tarif Rp2.500 karena fasilitas belum lengkap,” katanya.

Mengenai kemungkinan pengoperasian Boom Panjang akan membebani warga, termasuk kemungkinan naiknya harga tiket kapal, Cendra mengatakan akan mengupayakan penetapan uang jasa sandar kapal dan pungutan-pungutan lain seminimal mungkin.

Pelabuhan Boom Panjang yang dibangun dengan anggaran Rp38 miliar dioperasikan untuk menggantikan puluhan pelabuhan rakyat di sepanjang pantai Tanjung Balai Karimun. Warga pulau yang menumpang kapal-kapal antarpulau, selama ini tidak dibebani pas pelabuhan, sedangkan kapal yang sandar juga dikenakan pungutan. (gan) Sumber HALUAN KEPRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s